"Seperti yang sudah ku jelaskan sebelumnya, kondisinya cukup serius. Ada patah tulang di bagian lengan dan kakinya, jadi dia benar-benar butuh istirahat total supaya lukanya cepat membaik. Mungkin kalau dibawa ke rumah sakit kondisinya akan jauh lebih baik, Ren." Dokter Marsya buru-buru melangkah, mencegat Garendra yang sudah hampir menyentuh gagang pintu kamar. Gerakan itu sukses membuat Garendra mematung, tangannya menggantung di udara sebelum perlahan ia tarik kembali. "Aku cuma mau lihat, memastikan dia baik-baik saja. Sebaiknya kamu tidak usah cerewet," Garendra berujar dengan nada tegas. Marsya menghela napas panjang, berusaha tetap tenang menghadapi pria di depannya. "Bukan gitu maksud aku, Ren. Aku cuma mau bilang kalau dia sekarang sedang tidur lelap. Efek obatnya masih kuat." Garendra mengerutkan kening, alisnya bertaut. "Tadi bukannya kamu bilang kalau dia terus-terusan memanggil namaku?" "Iya, dia memang sempat mencari kamu," jawab Marsya pelan, mencoba memberi p
Baca selengkapnya