“Apa mereka keluargamu?”Pertanyaan itu seketika membuat dada Evelyn terasa sesak, pikirannya melayang pada masa lalu yang selama ini berusaha ia kubur dalam-dalam. Dulu, sebelum ayahnya meninggal, Evelyn pernah menganggap mereka sebagai keluarga sendiri. Ia pernah percaya, menyayangi, bahkan menggantungkan sebagian hidupnya kepada mereka. Namun, semua itu berubah setelah sang ayah pergi untuk selamanya. Alih-alih menjadi tempatnya bersandar, mereka justru merampas seluruh peninggalan mendiang ayahnya dan meninggalkan Evelyn seolah wanita itu tidak pernah menjadi bagian dari keluarga mereka.“Lebih tepatnya … mantan keluarga,” jawab Evelyn akhirnya.Nada suaranya terdengar datar, hampir tanpa emosi. Namun, Angga yang duduk di sampingnya tahu bahwa kalimat sesingkat itu menyimpan luka yang jauh lebih dalam daripada yang ingin Evelyn tunjukkan.Sebetulnya, Angga tahu cukup banyak tentang kehidupan Evelyn. Sejak mengenal wanita itu dan mengetahui sedikit tentang masalah yang sedang membe
더 보기