Garendra masih diam beberapa saat. Tatapannya berpindah dari wajah Arumi kepada Arabella yang berada dalam pelukan istrinya, kemudian kembali kepada Arumi. Bukan karena ia tidak menyukai keinginan itu, apalagi berniat memisahkan keduanya, tetapi keputusan sebesar ini tidak mungkin diambil hanya karena perasaan yang muncul dalam beberapa menit; ada prosedur yang harus mereka jalani, ada pemeriksaan yang perlu dilakukan, dan ada banyak hal yang harus dipastikan sebelum seorang anak benar-benar bisa menjadi bagian dari keluarga mereka.“Arumi,” panggilnya akhirnya dengan suara rendah.Arumi menatapnya penuh harap. “Apa?”“Kita tidak bisa langsung membawanya pulang.”Senyum di wajah Arumi perlahan memudar. “Kenapa?”“Karena dia bukan barang yang bisa kita bawa setelah mengatakan kita menginginkannya.” Garendra berbicara tenang, tetapi sorot matanya tetap lembut. “Ada prosedur yang harus kita jalani. Kita harus berbicara dengan pengurus panti, mengurus dokumen, menjalani pemeriksaan, dan m
더 보기