Mobil mewah Maybach yang membawa Garendra dan Arumi meluncur mulus membelah pekatnya malam kota Jakarta, hingga akhirnya berhenti tepat di depan gerbang megah mansion keluarga Wiratama. Pintu gerbang besi tempa menjulang tinggi itu terbuka otomatis, menyambut kepulangan sang pemilik rumah. Begitu kendaraan berhenti sempurna di depan tangga foyer utama, Garendra langsung melangkah keluar. Tanpa menunggu pelayan membukakan pintu penumpang, ia sendiri yang membukakan pintu untuk Arumi. Garendra melirik sekilas buket mawar merah besar di pangkuan Arumi, lalu mengambilnya perlahan dan menyerahkannya kepada Bi Yeym yang sudah berdiri membungkuk hormat di dekat pintu. "Taruh sebagian di vas kamar utama, sisanya susun rapi di meja makan," perintah Garendra singkat dengan suara beratnya yang tak terbantahkan. "Baik, Tuan Garendra," jawab pelayan itu patuh. Belum sempat Arumi melangkah turun dari mobil, tubuh mungilnya mendadak terangkat ke udara. Garendra menggendongnya secara bridal
더 보기