Mobil sedan hitam melaju mulus memecah keheningan pagi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Di baris depan, Angga fokus mengemudi, sesekali melirik spion tengah untuk memantau situasi di kursi belakang. Evelyn duduk di samping Angga, beberapa kali membetulkan posisi duduknya karena atmosfer dingin yang memancar dari bangku penumpang utama. Garendra duduk tegap membelakangi kursi kemudi, jemarinya lincah menari di atas layar iPad, memeriksa berkas-berkas bisnis yang harus ia selesaikan sebelum penerbangan. Di sebelahnya, Arumi—sang Nyonya—duduk santai sembari menikmati pemandangan kota. "Kau yakin semua koperku sudah masuk ke dalam bagasi, Angga?" tanya Garendra tanpa mengalihkan pandangan dari layarnya. Suaranya datar, berat, dan seperti biasa, sarat akan ketegasan. "Sudah, Tuan. Semuanya lengkap, termasuk dua koper tambahan berisi oleh-oleh dari Nyonya," jawab Angga sopan, matanya tetap tertuju ke jalan raya. "Bagus. Jika sampai ada satu saja barang penting yang tertingga
Read more