Dua pengawal di depan pintu ganda kamar itu mengetukkan tombak mereka, membuka jalan bagi empat orang yang baru saja tiba. Begitu pintu terbuka lebar, kehangatan dari perapian kamar langsung menyapa. Di atas ranjang megah berkelambu, Raja Ricgard dan Ratu Ralitsa tampak sedang bersandar pada tumpukan bantal. Gerakan tangan sang ratu yang bersiap mengangkat cangkir porselennya seketika terhenti di udara, terjeda oleh kedatangan Solvatar yang menggandeng erat tangan Runala, diikuti Vilkar dan Lunielle di belakang mereka.Sepasang netra Ratu Ralitsa melebar terkejut melihat formasi kawanan yang tidak biasa ini. Namun, sedetik kemudian, seulas senyum tulus terbit di wajah wanita itu. Serupa dengan milik Raja Richgard di sampingnya. Rona wajah keduanya terlihat jauh lebih segar, tidak selemas kemarin.Vilkar melangkah maju memimpin, diikuti yang lain. Sesuai tata krama tertinggi istana, Solvatar dan Vilkar segera berlutut dengan satu kaki di dekat ranjang, gerakan yang langsung diikuti se
Read more