Jam empat sore Stevan memutuskan untuk berenang. Setelah berjam-jam dia berusaha mencari ide untuk meluluhkan hati Adista, dab berujung buntu. Ia berenang beberapa putaran dengan kecepatan penuh, mencoba menguras energi negatifnya sebelum akhirnya menepi di ujung kolam.Stevan bertumpu pada pembatas kolam, menyeka air yang membasahi wajahnya sambil terengah-engah.Seorang asisten rumah tangga paruh baya berjalan mendekat dengan langkah berhati-hati, membawa sebuah nampan berisi segelas jus jeruk segar. "Ini jus jeruknya, Tuan Stevan.""Taruh saja di meja, Bi," sahut Stevan pendek, suaranya terdengar berat dan ketus."Baik, Tuan. Oh ya, di dekat meja tadi ponsel Tuan terus-menerus berdering," tambah asisten itu sebelum membungkuk hormat dan berjalan kembali ke dalam rumah.Stevan mengernyitkan alis. Dia naik dari kolam renang, meraih selembar handuk putih untuk mengeringkan badannya, lalu melangkah menuju kursi santai di tepi kolam. Di atas meja, layar ponselnya menyala, ada nama tan
Read more