Mentari pagi baru saja memancarkan sinarnya yang hangat saat Hana melangkah masuk ke dalam rumah kediaman Adista. Sebagai asisten pribadi yang merangkap sekretaris, datang pagi-pagi sekali sudah menjadi makanannya sehari-hari. Hana duduk di sofa ruang tamu dengan tablet kerja di pangkuannya, bersiap membacakan rentetan agenda padat yang harus dihadapi Fero di kantor hari ini.Karena jam dinding baru menunjukkan pukul setengah tujuh pagi, Fero rupanya masih berada di dalam kamar untuk bersiap-siap dan memakai kemeja kerjanya. Di ruang tamu itu, hanya ada Adista yang sedang duduk santai menikmati teh hangatnya.Adista menurunkan cangkir tehnya, lalu menatap Hana lekat-lekat. Ada yang berbeda dari bawahannya itu hari ini. Raut wajah Hana tampak jauh lebih sumringah, ceria, dan penuh binar kebahagiaan yang tidak bisa disembunyikan jika dibandingkan dengan hari-hari biasanya."Hana," panggil Adista, memecah keheningan.Hana langsung mendongak dari layar tabletnya, tersenyum lebar. "Iya,
Read more