Setelah itu, mereka mulai sibuk. Di satu sisi dengan persiapan pernikahan, di sisi lain dengan acara penghargaan Julia.Senyum di wajah mereka makin sering terlihat, sementara tubuhku perlahan melemah. Menjelang malam sebelum pernikahan, aku bahkan sudah tidak bisa makan.Malam itu, Ibu berkata dengan santai, "Wulan, untuk resepsi Julia besok, sebaiknya kamu nggak perlu datang. Kondisimu nggak memungkinkan, nanti kalau kami sibuk, kami nggak bisa mengurusmu."Ayah menimpali, "Kebetulan aku sudah mencarikan dokter spesialis dari luar negeri. Besok kamu bisa pergi menemuinya."Aku hendak bicara, tetapi Julia lebih dulu menepuk meja. "Ayah, Ibu, jangan bicara begitu! Dia kakakku, bagaimana mungkin nggak datang ke pernikahanku.""Tentu saja aku akan datang." Aku tersenyum padanya. "Adikku menikah, mana mungkin kakaknya nggak hadir."Ibu menatapku tidak puas, tetapi aku mengabaikannya dan melanjutkan, "Tenang saja, aku akan diam di sudut, nggak akan ke mana-mana dan merepotkan kalian."Kaka
続きを読む