Setelah empat jam istirahat, panitia pendakian akhirnya memulai ritual sakral, pembagian regu.Maura, yang sedari tadi sudah berdoa agar bisa satu tenda dengan Risti, harus menelan pil pahit. Risti terlempar ke Regu tiga, sedang Maura masuk ke regu tujuh bersama Leon."Oke, setiap regu total sepuluh orang. Kalian harus kompak, nggak ada yang jalan sendirian!" instruksi ketua regu, seorang senior bernama Kak Bram yang posturnya tinggi besar.Maura menatap dua rekan perempuan lainnya. Satu bernama Siska, yang sepertinya terlalu sibuk memoles sunblock, dan satunya lagi bernama Dina, yang tampak sudah sangat pro dan sibuk menata carrier-nya sendiri.Merasa tidak ada chemistry, Maura secara naluriah langsung bergeser ke samping Leon, menempel erat ke lengan temannya itu."Yon, gue sama lo ya," bisik Maura dengan muka memelas."Lah, emang lo mau ke mana lagi, Ra? Kan kita satu regu," sahut Leon, lalu menatap Maura dengan seringai jail. "Tapi serius, nempel banget nih? Gue takut nanti suami
Read more