"Habis dihajar paksu kayaknya, lo ya?!" tebak Risti tiba-tiba. Matanya memicing tajam, senyum jahil mulai terbit tipis di bibirnya.Seperti di tonjok tepat di pipi, wajah gadis itu langsung merona tanpa diminta.Dan tanpa bisa dibantah, itu menjadi konfirmasi kalau tuduhan itu benar."IYA RIS! FIX IYA!" seru Leon kegirangan sampai melompat kecil di area parkiran. "Di-gas berapa kali lo semalem sampai kek gini, hah?! Ngaku nggak lo!""Heh! Mulut lo, ya! Udah, kocak! Jangan sebut-sebut dia di sini, dilihat orang!" bisik Maura panik.Dia refleks menyergap, menarik kuat-kuat lengan Risti dan Leon sekaligus, memaksa dua curut itu untuk segera masuk ke dalam gedung fakultas hukum yang sudah mulai ramai dilewati mahasiswa lain.Sialnya, setiap kali Maura menarik langkah kakinya dengan cepat, pangkal pahanya kembali berdenyut ngilu."Shhh" desisnya, berusaha membuat jalannya biasa saja tapi tetap susah.Risti dan Leon yang melihat itu bukannya kasihan, malah kompak tertawa cekikikan di sepanj
Huling Na-update : 2026-06-15 Magbasa pa