"Wah, gila! Ini mi instan porsi kuli atau porsi hajatan, Yon?!" seru Risti, matanya langsung berbinar seratus delapan puluh derajat. Melupakan hawa melankolis yang sempat dia bangun bersama Maura beberapa detik lalu."Spesial buat lo berdua, para penggila micin," kata Leon dengan bangga sambil meletakkan dua mangkuk itu di atas karpet bulu tebal, tepat di depan Maura dan Risti. Dia sendiri membawa satu piring kecil berisi sosis goreng sisa potongan yang tidak muat masuk ke dalam mangkuk.Maura memaksa diri untuk tersenyum lebar, menyambar salah satu garpu yang dibawa Leon. "Banyak banget sosisnya. Lo nggak takut dikutuk Pak Bumi apa, ngabisin stok protein di kulkas?""Santai, Ra. Yang bakaldi protes buksn gue, tapi Lo," jawab Leon asal-asalan, langsung menyuap mi instan buatannya sendiri dengan lahap. "Lagian, rumah spek sultan gini masa pemiliknya pelit perkara sosis tiga biji?"Risti tidak menyahut karena mulutnya sudah penuh dengan mi kuah kental. Gadis itu hanya mengacungkan jempo
اقرأ المزيد