"No- nol persen?" bisik Dira terbata.Dia lalu melirik cek di depannya, lalu menoleh ke Bumi yang wajahnya sudah dipenuhi rona marah yang membakar.Matanya krmudian beralih ke sudut sofa, mendapati Papanya yang tampak menahan murka. Terakhir, Dira kebali menatap dokter Julian.Matanya mengernyit penuh tanya bercampur panik. "Maksud Dokter?" desisnya dengan suara gemetar."Silakan ambil lagi uang Anda. Saya tidak butuh uang," kata Julian dingin tanpa emosi, menatap Dira lurus tanpa goyah sedikit pun."Maksud kamu apa, Dira?!" desis Bumi. Suaranya rendah, mengancam. Ternyata Dira yang sama, bisa jadi sepicik itu."APA-APAAN KAMU, DIRA!!" sedetik setelahnya suara sang Papa melengking dari sisi ruangan, memecah keheningan yang tersisa.Papa bangkit berdiri dengan napas memburu, matanya memerah menatap anak pertamanya itu.Sang Mama buru-buru memegang lengan suaminya, menahannya dengan wajah pucat. Kalau tidak, ruangan itu sudah koyak, jadi ring tinju.Tapi Papa masih terus memaki, meluapk
Leer más