Share

206.

Author: anfebizha
last update publish date: 2026-08-06 00:01:44

"Meeting sama siapa sih, Pak? Tumben ke hotel, biasanya juga ke cafe," bisik Maura curiga saat mereka sudah berdiri di depan meja resepsionis yang megah.

"Sama klien penting," jawab Bumi tanpa ekspresi apaapun, menyodorkan kartu identitas dan kartu kreditnya pada staf hotel. "Kamar executive suite, ya," ucapnya mulus.

Maura yang mendengar itu seketika melebarkan matanya. Dia memegang baju belakang suaminya, "Kok malah pesen kamar?! Katanya ada meeting?!" dia baru 'ngeh'. Ngapain meeting malah p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (10)
goodnovel comment avatar
Dedi Mul yadi
gaslah pak bumi biar cepat jadi wkwkwk
goodnovel comment avatar
Solehatul Jannah
Thor gimana kabar mama papa bumi, kenapa hanya muncul di awal saja...
goodnovel comment avatar
Echa Iswara
bau" cepet ending
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Istri Pengganti Mas Dosen   278.

    Di pangkuannya, sebungkus nasi kuning dengan lauk telur iris dan perkedel masih tertata rapi. Baru berkurang tiga sendok, itu pun hasil paksaan dan rayuan suaminya sedari keluar kompleks perumahan."Tiga sendok itu belum cukup buat ngisi perut kamu, belum lagi perut bayinya." omel Bumi, suaranya mengalun bak dosen penasihat akademik yang sedang menghakimi mahasiswa bimbingan bermasalah. "Kamu mau pingsan pas ngerjain soal? Mau bikin Mas masuk ke ruang ujian terus nggotong kamu kaya di drakor itu? Mau kamu status kita terekspos terang-terangan?""Ya tapi kan mual, Mas..!" Maura mengerucutkan bibirnya makin maju, menatap ngeri ke arah sambal goreng ati di atas nasi kuning. "Bau santannya bikin enek tau..!""Lho, tadi pas lewat depan warungnya siapa yang ngerengek minta dibeli in?" potong Bumi tak mau kalah. Pria tegap berkemeja rapi itu melirik sekali lagi arah pangkuan istrinya. "Mas sudah turun mobil, beliin, bukain bungkusan plastiknya, terus sekarang cuma diliatin doang? Rugi dong u

  • Istri Pengganti Mas Dosen   277.

    "Tapi aku udah belajar sampai jam sepuluh semalem!" rengek perempuan itu."Nggak ada tapi-tapi, Sayang," potong Bumi makin ngotot. Pria itu mengelus perut buncit Maura. "Kasihan anak kita. Dari tadi perut kamu dikocok mual begini, mau ditambah stres mikirin soal? Mas nggak izinin.""Aku naik motor, berangkat sendiri." acam Maura.Bumi seketika melotot. Rasa kantuk yang tersisa di kepalanya menguap tanpa bekas."Naik motor?!" ulang Bumi. "Kamu lagi hamil tiga bulan, mabuk darat tiap pagi, pusing melayang begitu, mau naik motor sendirian jam tujuh pagi ke kampus?! Kamu mau bikin Mas serangan jantung?!""Biarin! Habisnya Mas Bumi otoriter amat!" balas Maura sengit, walau matanya masih sembap dan nafasnya tersengal pelan. Dia tetap garang meski tubuhnya masih bersandar lemas di tumpukan bantal. "Kalau Mas nggak mau antar dan nggak ngizinin aku ujian, aku nnaik motor sendiri aja. Nggak usah diaantar!"Bumi memijat pangkal hidungnya yang mendadak terasa berdenyut nyeri. Bayangan naik motor,

  • Istri Pengganti Mas Dosen   276.

    Maura sengaja memalingkan wajahnya, menolak menatap langsung sepasang mata di balik kacamata minus yang selalu sukses melelehkan pertahanannya. Tapi sengatan hangat dari usapan jemari Bumi di dagunya membuat tenggorokannya mendadak kering."Siapa yang cemburu..." cicit Maura pelan, berusaha mempertahankan nada judesnya meski suaranya malah terdengar seperti cicitan anak ayam kehilangan induk. "Lagian Mbak-Mbak baju merah tadi ngapain coba pake senyum-senyum gaje? Mas Bumi juga, ngapain pake dianggukin segala?! Kan bisa cuek aja, pura-pura buta gitu!"Bumi menahan tawa yang sudah berada di ujung tenggorokan. Kalau sampai tawa itu pecah sekarang, taruhannya adalah rujak buah di pangkuan Maura bisa melayang ke wajahnya."Masa Mas harus pura-pura buta sama orang yang nyapa?" jemarinya naik mengelus pipi Maura yang kian mengembung lucu. ""Ya tapi kan tetep aja senyumnya mencurigakan!" balas Maura pantang kalah. Matanya menatap tajam bungkusan plastik rujak di pangkuannya, melampiaskan kek

  • Istri Pengganti Mas Dosen   275.

    "Nggak cemburu, tapi judes gitu," kekeh Bumi renyah, suara baritonnya mengalun hangat memenuhi kabin mobil.Pandangannya tertuju pada Maura yang bibirnya mengerucut makin maju. Jemari Bumi terulur, mengusap lembut pipi istrinya yang kian berisi, membiarkan sentuhannya menenangkan emosi Maura yang naik turun.Ya, tentu karena dia sedang hamil."Lagian, buat apa Mas balas senyum?" lanjut Bumi santai. "Mata Mas udah nggak tertarik sama perempuan, selain istri Mas sendiri.""Prett!!" sahut Maura kesal.Bumi lagi-lagi cuma terkekeh mendengar respons istrinya. Tangan kirinya sengaja merangkul bahu Maura, menarik tubuh yang kini makin berisi itu agar bersandar di sampingnya dengan sebelah tangannya santai memegang kemudi."Prett-nya galak amat," goda Bumi, memiringkan kepala untuk mengecup sekilas di pelipis. "Beneran nggak tertarik, Sayang. Di mata Mas, mahasiswi itu cuma mahasiswa yang butuh bimbingan skripsi. Kalau kamu kan butuh bimbingan hidup.""Gombal!" dia mendongak sedikit. "Dosen k

  • Istri Pengganti Mas Dosen   274.

    "Kagak ada! Muka lo noh yang kayak tukang utang judi!" elak Maura cepat, menyentil lengan Leon. "Maag gue kumat! Semalem gue begadang belajar sambil minum kopi, makanya perut gue mual.""Maag?" Risti menaikkan sebelah alisnya curiga, melipat tangan di dada. "Satu semester kemarin lu makan seblak level delapan plus ceker pedas jam dua belas malam aja santai aja. Sekarang minum kopi dikit langsung pucat kayak vampir kurang darah?""Ya kan maag orang bisa berubah-ubah daya tahannya!" Maura makin sewot, mencari-cari alasan dengan otak yang makin buntu. "Lagian akhir-akhir ini gue lagi diet, tahu!"Leon langsung tertawa menyembur. "Diet?! Hahaha!Seorang Maura diet? Paksu mulai ngeluh berat?!"Tepat saat Maura kehabisan kata-kata dan bersiap melemparkan botol mineral ke wajah Leon, sosok Bumi muncul dari koridor gedung depan.Dari kejauhan Maura sudah sadar.Leon yang tadinya asyik tertawa mendadak menyenggol lengan Risti, matanya melirik sosok tinggi tegap yang berjalan santai di sepanjang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   273.

    Hari pertama ujian bagi Maura dibuka dengan drama tingkat tinggi. Bukan karena soal ujiannya yang mendadak menggunakan bahasa Kalbu, melainkan karena ulah kakak kandungnya yang benar-benar di luar nalar.Di dalam mobil, di parkiran dosen yang ramah angin, Maura berdiri menyandarkan punggungnya di tembok dengan wajah merengut maksimal. Sydah perutnya tak enak sejak pagi, di tambah daram keluarga ini. Lengkap sudah.Di sebelahnya, Bumi yang mengenakan kemeja rapi duduk santai, menggenggam satu botol susu kedelai hangat."Mas... Mbak Dira beneran terbang hari ini?" tanya Maura untuk kelima kalinya, matanya masih menatap layar HP yang menampilkan pesan singkat dari Mama.Mereka seolah meratapi nasip, tak langsung turun, malh dia berdua di mobil sambil menunggu parkiran sepi.Bumi melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul sembilan pagi, lalu membetulkan letak kaca matanya. "Iya, Sayang. Pesawatnya take off jam tujuh pagi tadi,.kata papa.""Gila! Bener-bener alien!" cicit Maura gemas. "A

  • Istri Pengganti Mas Dosen   1. KULKAS DUA PINTU BERJALAN

    Matahari Surabaya pagi itu seolah sedang pamer kekuatan. Panasnya tak main-main, sanggup membuat aspal parkiran Fakultas Bahasa dan Sastra terasa seperti panggangan roti.Maura Adhisti turun dari motornya dengan gerakan dramatis, kacamata bulat bertengger di hidung, rambut dikuncir kuda asal-asalan

  • Istri Pengganti Mas Dosen   5. Harga Diri Yang Tergores

    Maura turun dengan bahu merosot, diikuti Bumi yang berjalan di belakangnya. Atmosfer di ruang tamu masih sama. Suram, menyesakkan, dan bau minyak kayu putih yang menyengat dari arah Papa.Begitu sampai di bawah, Papa langsung mendongak. Matanya yang merah menatap Bumi, seakan pria itu adalah satu-s

  • Istri Pengganti Mas Dosen   4. Teori dari mana itu?

    “Ng, nggak tahu, Nak,” jawabnya pelan, lalu menoleh ke arah Maura. “Coba kamu cari di kamar kakakmu, Ra.”Maura langsung menghela napas panjang, kepalanya mendongak ke plafon seolah berharap ada jawaban jatuh dari sana. “Capek, Ma,” jawabnya lemas. Suaranya penuh penderitaan versi anak bungsu yang

  • Istri Pengganti Mas Dosen   3. Mustahil

    Pria yang selalu mengagungkan logika dan presisi itu kini kehilangan arah. Bumi, tidak punya rumus untuk menjelaskan apa yang sedang terjadi. Seluruh syarafnya menolak percaya pada kenyataan yang baru saja dia baca di secarik kertas itu.Kemarin sore Dira masih duduk di hadapannya di sebuah kafe. T

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status