Dokter wanita itu menyambut wadah itu, mengamati sejenak, lalu mengambil batang kecil dari dalam cairan. Beliau menyapunya perlahan dengan tisu khusus, memperhatikan perubahan warna pada indikator sebelum menyunggingkan senyum lebar."Nah... ini garis dua, Ibu," kata Dokter santai, menyodorkan stik plastik itu tepat ke tengah-tengah antara Maura dan Bumi.Suasana di ruangan itu mendadak hening. Senyum kemenangan Maura langsung mengekerut, berubah menjadi raut cengo. Matanya menyipit, menatap batang plastik yang kini memamerkan dua garis merah sejajar, satu samar, satu lagi makin memungut warna."L-lho... tadi cuma satu kok, Dok! Dia nambah sendiri?!" serobot Maura panik, menunjuk stik itu.Di sampingnya, Bumi tak kalah cengo. Pak Dosen itu, kini cuma bisa melotot kaku. Matanya mengerjap beberapa kali di balik kacamata tipisnya. Mulutnya sedikit terbuka, kehabisan seluruh kosakata formal yang tersimpan di kepalanya.Dokter terkekeh geli melihat kepanikan kocak pasangan suami istri itu.
Read more