Panitia itu tersenyum makin lebar. "Ya, pokoknya lancar aja, Mbak. Kan ini malam pertama."Bumi yang sejak tadi berdiri tenang, akhirnya sedikit menoleh. Tatapannya singkat ke arah panitia, lalu kembali lurus."Semoga sesuai rencana," jawabnya datar."Wah, kalau Mas Bumi sih pasti terencana ya semuanya," sahut salah satu dari mereka."Iya, kami memang biasa menyusun skenario," lanjut Bumi tanpa beban."Mengalir sesuai skenario ya, Mas?" tambah yang lain.Bumi mengangguk kecil. "Kurang lebih. Yang sat set aja, biar cepet jadi. Pengen lima soalnya," katanya.Di sambut tawa oleh semua orang. Tentu, kecuali Maura.**Beberapa menit kemudian, Maura akhirnya bebas dari baju perang-nya. Kini dia hanya mengenakan dress santai yang tadi pagi dipakainya saat berangkat, rambutnya terurai, wajahnya sedikit bersih dari riasan berat.Dia berdiri, meregangkan badan. "Ya Tuhan, akhirnya gue jadi manusia lagi," gumamnya.Bumi pun sudah berganti kini. Kemeja putih sederhana, lengan digulung sedikit. Ma
Last Updated : 2026-05-04 Read more