Leon malah menyandarkan dagu ke meja sambil menikmati drama pagi itu seperti nonton series.Di sela-sela mencatat, dia sempat melirik ke arah Bumi. Pria itu sedang menjelaskan dengan sangat lancar, jari-jemarinya yang panjang bergerak lincah mengikuti poin-poin di proyektor. Tatapannya tajam, suaranya tegas, dan karismanya... ah, Maura benci mengakuinya, tapi Bumi memang terlihat sangat memukau saat sedang mengajar.Tapi, kekaguman itu sirna seketika saat Bumi tiba-tiba berhenti bicara dan mengetuk meja Maura dengan kuku jarinya."Saudara Maura, saya tadi menyebutkan tiga elemen penting dalam teori ini. Anda baru menulis dua," tegur Bumi tanpa melihat ke arah Maura, matanya tetap pada slide. "Jangan melamunkan 'ojek yang terlambat' di tengah kuliah saya."Kalimat itu di sambut tawa seisi ruangan. Leon sampai menepuk meja. "Waduh, dibawa lagi dong ojeknya!" bisiknya ngakak."Maaf, Pak..." Cicitnya."Tulis, jangan bicara," potong Bumi dingin.**Maura hanya bisa menyandarkan punggungnya
Last Updated : 2026-05-11 Read more