"Kalau beneran hamil dan kamu kasih obat sembarangan, bisa bahaya buat janinnya. Kamu kasi obat apa tadi?" omel mamanya."Parasetamol doang, Ma," jawab Bumi, mencoba membela diri."Duh... kamu ini gimana sih, Bum? Istri mual-mual begitu nggak langsung di-test pack dulu," keluh mamanya gemas.Wanita paruh baya itu menggeser duduknya di tepi ranjang, lalu dengan telaten mulai memijat kaki Maura yang menyembul dari balik selimut.Sedang yang dipijat sama sekali tidak terusik, malah mendengkur halus.Bumi berdiri kaku di dekat lemari dengan wajah yang makin lama makin tidak nyaman. Entah karena omelan mamanya, atau karena kata hamil yang sejak tadi dilempar ke mana-mana."Belum tentu hamil juga, Ma," kata Bumi akhirnya.Pria itu menjatuhkan dirinya ke atas sofa panjang di sudut kamar. Tangan kanannya terangkat, menyugar rambutnya yang semula klimis."Ya memang belum tentu, tapi kan harus siaga, Bumi! Kamu ini dosen, masa deteksi dini begini aja nggak paham," omel mamanya lagi sambil terus
Last Updated : 2026-05-21 Read more