Maura menjerit histeris, mukanya langsung merona Refleks, tangannya terangkat menepuk dada tegap suaminya. "Mesumnya kelewatan! Otaknya isinya apa sih, om-om ini?!"Bumi hanya terkekeh rendah, suara tawa seksi yang begitu renyah dan berat, bergema hangat tepat di telinga Maura. Bukannya lepas, kuncian tangannya di pinggang sang istri justru semakin merapat, menikmati momen saat wanita di dekapannya ini kelabakan setengah mati akibat ulahnya."Mata Mas kan cuma menjalankan tugasnya sebagai pengamat estetika, Sayang," bisik Bumi.Dia menunduk sebentar, mendaratkan satu kecupan kilat dan dalam tepat di lekuk istrinya yang wangi, membuat wanita hamil itu berjingkat geli."Aduh, lepas! Lepas!" seru Maura heboh, "Aku mau ganti baju sekarang! Jangan dekat-dekat, bahaya!""Ayolah sayang... pengen liat doang," bujuk Bumi, sengaja dibuat memelas, sebuah keajaiban dunia kedelapan mengingat pria ini biasanya tak mau kalah, dan selalu dominan."Nggak ada! Gati baju di depan kamu, samaaja setor nya
Leer más