"Aku nggak apa-apa, aku cuma pengen nangis aja," isak Maura.Bumi menghela napas halus, mengusap tengkuk istrinya dengan kelembutan yang kontras dengan garis rahangnya yang selalu tampak tegas."Iya, ya udah. Mandi dulu, habis itu pulang," kata Bumi tenang. Tanpa menunggu persetujuan, pria itu memutar gagang pintu dan membawa istrinya masuk ke kamar mandi.Di dalam ruangan sempit, 1 x 2 meter itu, Maura benar-benar cuma berdiri diam bak patung. Tubuh hamil dan guncangan emosi membuatnya tak berniat melakukan apapun. Bahkan hanya untu sekedar menggerakkan tangan, mengambil air untuk mandi.Tidak ada yang lain. Dengan sangat telaten dan cekatan, Bumi mengambil alih semuanya. Mantan dosen itu tanpa ragu membasuh tubuh istrinya dengan gayung, mengusapkan sabun ke seluruh perkulitan istrinya, membilasnya hingga bersih, lalu mengeringkan tubuh Maura dengan handuk. Bahkan sampai urusan memakaikan baju, Bumi yang melakukannya sendiri. Melayani istrinya tanpa ada sebersit pun raut keberatan di
Read more