Mendapat izin dari Papa, Ethan tak memberi jeda untuk langsung menuju ke arah stoller itu. Dia menundukkan badannya, menatap wajah mungil Kiara yang tertidur lelap dengan napas teratur, berbalut selimut dan baju warna senada, biru dan pink. Bibir Ethan bergetar halus, tangannya terulur mengambang di udara, ingin rasanya menyentuh pipi tembam itu, namun akal sehatnya menahan jemarinya agar tak membuat sang bayi terbangun.Tak bisa dipungkiri, wajah itu, hampir sama dengan wajahnya.Ada kilat emosi dalam di matanya sebelum akhirnya ia menegakkan tubuh, berbalik, dan duduk di kursi yang telah disediakan.Suasana kembali menghening. Papa Ardi memajukan tubuhnya, menopang kedua lengan di atas meja."Kita langsung ke intinya saja ya, Mas," suara Papa memecah hening tanpa kompromi. "Kami tidak kenal anda, dan kami tak paham kenapa anda meminta bertemu.""Saya ingin menjenguk putri saya, Om," sahut Ethan mantap. Tatapannya lurus, menyiratkan keberanian yang sengaja dibentuk untuk menutupi get
Read more