分享

41. Mantan pacar

作者: Rossy Dildara
last update publish date: 2026-06-14 23:44:22

"E-eh, seriusan, Nak? Rendangnya keras sampai membuat gigimu sakit?" Oma Maryam tampak terkejut, matanya membulat sedikit.

Padahal dia ingat betul sudah memasak rendang itu selama berjam-jam dengan api kecil, memastikan bumbu meresap dan dagingnya lunak, tapi tak disangka rupanya rendang itu masih keras menurut Mawar.

"Iya, Oma. Sangat-sangat keras."

"Tapi Abi pas makan nggak keras kok, Umi," sahut Opa Hamdan tiba-tiba, suaranya tenang namun terdengar sedikit bingung.

"Umi juga, Bi. Kamu gimana
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Malam Ini Kamu Milikku, Bos!   45. Mencari nama

    Mendengar itu, gerakan tangan Mawar refleks terhenti. Dia perlahan berbalik, menatap lurus ke arah Robert dengan pandangan yang tak percaya sama sekali."Pak Bos barusan bilang saya cantik? Serius?" Dia ingin memastikan, takut kalau-kalau telinganya salah menangkap ucapan itu."Kapan?? Enggak!" Robert langsung menggeleng dengan cepat dan panik, secepat kilat menyangkal ucapannya sendiri. 'Sialan... bagaimana bisa mulutku mengucapkan kata itu? Mawar itu jelek, cantik dari mananya coba,' gerutunya dalam hati, merasa menyesal."Tapi barusan saya dengar jelas Pak Bos." Mawar ingin memastikannya lagi."Kau hanya salah denger. Udahlah ayo kita berangkat. Jangan terlalu lama bersiap-siap, nanti Farrel menunggu lama di sana, kasihan," ucap Robert cepat sambil langsung mengalihkan pembicaraan, berharap hal itu tak dibahas lagi."Ayok Pak Bos." Mawar akhirnya mengangguk singkat, lalu berjalan mengikuti langkah Robert yang sudah bergerak keluar dari kamar. Di dalam hatinya, dia masih sempat bert

  • Malam Ini Kamu Milikku, Bos!   44. Terpesona padamu

    Sepanjang perjalanan dilanjutkan kembali, Mawar hanya duduk diam seribu bahasa.Bibirnya tertekuk cemberut, pandangannya kosong menatap pemandangan yang melintas cepat di balik kaca jendela, seolah masih terganggu dan kesal dengan kejadian tadi.Di sebelahnya, Robert tidak berusaha mengganggu atau mencairkan suasana. Dia membiarkan saja perempuan itu tenggelam dalam diamnya sendiri. Hingga akhirnya kendaraan berhenti di depan butik langganan keluarga Robert yang sudah lama dikenal.Di sana, dua set busana resepsi sudah disiapkan rapi khusus untuk mereka: satu berupa kebaya yang dirancang untuk dipakai siang hari, dan satu lagi berupa gaun panjang untuk acara malam. Keduanya mengusung konsep busana muslim lengkap dengan penutup kepala yang serasi.Saat keduanya mencoba mengenakan pakaian itu satu per satu, Robert terpaku sejenak. Dia sungguh terkejut melihat perubahan yang tampak begitu mempesona.Meski mulutnya mungkin masih bisa bersikap dingin atau menyangkal, namun jauh di dalam lu

  • Malam Ini Kamu Milikku, Bos!   43. Saling mencintai

    Mawar segera bereaksi. Dia mendorong tubuh Farrel dengan cukup kuat hingga jarak yang aman tercipta di antara mereka. Wajahnya yang tadinya sempat terkejut kini berubah menjadi masam, bahkan terlihat samar-samar rasa jijik atas perlakuan yang dianggapnya tidak pantas itu."Nggak usah peluk-peluk! Nggak sopan!!" tegaskannya dengan nada yang meninggi, lalu tanpa sadar dia mengelap ringan bahu dan lengannya seolah ingin menghilangkan jejak sentuhan yang baru saja dirasakannya.Farrel pun segera menyadari kesalahannya. Dia menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal, sambil tersenyum canggung dan menunduk sedikit karena malu."Maaf-maaf. Aku cuma refleks karena sangking kangennya sama kamu. Habisnya semenjak kita putus, kamu hilang tanpa kabar. Nomor hapemu ganti, dan rumah kontrakanmu juga sudah pindah," jelasnya sedikit menyesal."Putus??"Begitu mendengar kata itu terlontar jelas dari mulut Farrel, seketika Robert langsung menangkap benang merahnya. Dia tahu persis hubungan apa ya

  • Malam Ini Kamu Milikku, Bos!   42. Siapa Farrel?

    "Enggak, Pak Bos. Maaf ... saya nggak bisa."Mawar menggeleng cepat, menepis jauh-jauh usulan yang terdengar salah itu.Balikan dengan mantan?Itu sama sekali tidak ada dalam kamus hidupnya. Baginya, mantan adalah bagian dari masa lalu yang sudah tertutup rapat—sebuah babak kisah yang sudah selesai ditulis, sesuatu yang seharusnya dikubur dalam-dalam dan tidak pernah digali lagi untuk alasan apa pun."Nggak ada ruang bagimu untuk menolak, Mawar!" tegas Robert memperingatkan. Suaranya terdengar menekan, tanpa memberi celah untuk bernegosiasi."Tapi mantan itu masa lalu, Pak Bos. Dan saya paling anti untuk balikan sama mantan."Jika harus memilih, Mawar mungkin akan lebih memilih mengenal orang baru dari nol ketimbang harus kembali menjalin hubungan dengan seseorang yang sudah menjadi bagian dari riwayat hidupnya."Kau pikir aku peduli akan hal itu? Enggak, Mawar!" Robert menggeleng tak acuh, ekspresinya datar tanpa belas kasihan, lalu matanya kembali menatap jalan raya yang terbentang

  • Malam Ini Kamu Milikku, Bos!   41. Mantan pacar

    "E-eh, seriusan, Nak? Rendangnya keras sampai membuat gigimu sakit?" Oma Maryam tampak terkejut, matanya membulat sedikit.Padahal dia ingat betul sudah memasak rendang itu selama berjam-jam dengan api kecil, memastikan bumbu meresap dan dagingnya lunak, tapi tak disangka rupanya rendang itu masih keras menurut Mawar."Iya, Oma. Sangat-sangat keras.""Tapi Abi pas makan nggak keras kok, Umi," sahut Opa Hamdan tiba-tiba, suaranya tenang namun terdengar sedikit bingung."Umi juga, Bi. Kamu gimana, Rob?" Oma Maryam menoleh ke arah cucunya itu.Robert mengangguk mantap, lalu melirik sekilas ke arah Mawar."Iya, menurutku juga daging rendangnya sudah empuk. Bahkan mudah terlepas dari seratnya. Nggak tau nih si Mawar, kenapa dia malah bilang dagingnya keras coba?" Kata-katanya terasa menusuk, seolah menyudutkan Mawar di hadapan semua orang—padahal dialah yang diam-diam berbuat hal yang membuatnya bisa berkata demikian."Terserah kalian ingin berpendapat seperti apa, tapi yang jelas... menur

  • Malam Ini Kamu Milikku, Bos!   40. Buat mereka semua membencimu

    "Iya, itu memang kesalahan saya Pak Bos. Tapi saya 'kan kemarin-kemarin sudah meminta maaf dan saya bersedia menuruti permintaan Pak Bos."Mawar mengakui sepenuhnya kesalahan dan kebodohannya mengambil keputusan di masa lalu, namun dalam hatinya merasa dia sudah berusaha menebus semuanya dengan menuruti keinginan Robert tanpa bantahan."Pak Bos tenang saja, apa yang terjadi di antara kita kemarin nggak akan pernah sampai bocor, saya akan tutup rapat soal itu sampai saya mati."Robert tampak terdiam sejenak, matanya menyipit sambil mulai memutar pikiran dan menyusun rencana di dalam kepalanya. "Aku ada permintaan lain untukmu, dan kamu nggak boleh menolaknya.""Apa itu? Katakan saja Pak Bos.""Aku mau ... Mulai besok kamu harus buat Opa dan Oma membencimu.""Membenciku??" Dahi Mawar langsung berkerut dalam, wajahnya terlihat penuh kebingungan mendengar permintaan yang tak terduga itu. "Tapi kenapa?""Supaya kepergianmu nanti nggak akan dicari mereka. Dan bukan hanya pada Oma Maryam dan

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status