“Kau sudah gila, Vanya! Buang jauh-jauh pengunduran dirimu itu!” geram Dmitri dengan napas memburu kasar.“Tapi setelah Nona Volkova ada di sana, semua orang membenciku, Tuan ... termasuk Don,” Vanya meratap, bahunya naik turun tidak teratur.Mendengar nama pamannya disebut, rahang Dmitri mengeras dan jemarinya mengepal kuat. Ia merengkuh tubuh Vanya, mendekapnya erat.Hanya saja di balik dada Dmitri, Vanya mengukir senyum tipis. Jemari Dmitri mengusap lembut telinga Vanya yang masih menyisakan rona merah mengerikan akibat anting terlepas paksa kemarin malam.“Kau tidak boleh berhenti bekerja, Vanya. Mama sangat membutuhkanmu,” bisik Dmitri, tak menerima bantahan.“Tapi Tuan Muda, aku—”“Elara dan Paman akan menjadi urusanku, kau mengerti?”Vanya mendongak, matanya yang sembab menatap Dmitri. “Benarkah, Tuan Muda?”Dmitri tidak menjawab, justru merunduk hingga napasnya menyapu wajah Vanya.“Benar,” bisiknya, dan akhirnya melumat bibir wanita itu penuh nafsu. “Aku akan menghapus traumam
آخر تحديث : 2026-05-08 اقرأ المزيد