Elara hanya bisa menggeleng pelan dengan tatapan kosong, napasnya masih terputus-putus seolah oksigen di ruangan itu telah habis dikuras oleh kehadiran Arseny.Sang Don mendekatkan bibirnya ke telinga Elara, embusan napasnya yang panas menyapa kulit sensitif yang baru saja ia jamah."Itu adalah tanda, Lara. Bukti bahwa tubuhmu tidak bisa menolakku, " bisiknyaElara memejamkan mata erat, jemarinya mencengkeram pinggiran meja. Sungguh ia tak mampu menanggapi, sebab setiap kata Arseny bagai kebenaran yang menghancurkan pertahanannya. Ia benar-benar terperangkap dalam dekapan paman suaminya sendiri, sebuah dosa yang terasa begitu nikmat sekaligus mematikan."Jangan merasa bersalah, Lara," lanjut Arseny.Tanpa memberikan kesempatan bagi Elara untuk bernapas lega, Arseny kembali membangkitkan gairah yang belum. Tubuh mereka yang masih menyatu, kini Don menyentaknya lebih dalam dan bertenaga.Elara memekik tertahan saat merasakan kejutan itu kembali menyengat inti tubuhnya. Tempo yang dicipt
آخر تحديث : 2026-05-12 اقرأ المزيد