Bab 39.Elara lantas menggunakan isyarat tangan yang cepat, seolah ingin segera mengakhiri interaksi ini."Terima kasih, Don," geraknya singkat, lalu ia memutar tubuh dan bergegas masuk ke dalam mansion melalui pintu samping, menghindari pintu utama agar tidak berpapasan dengan Viktoria atau Dmitri.Sedangkan Arseny terdiam di bawah pohon cherry yang membeku, bayangan gerakan tangan Elara masih terekam jelas di ingatannya. Napasnya terlihat berat di udara dingin.Lantas, ia memanggil Viktor dengan suara lantang yang menggelegar, membuat Elara sempat menoleh sejenak di ambang pintu sebelum benar-benar menghilang karena tak kuat, jika harus berhadapan lebih lama dengan sang Don.Viktor mendekat dengan hati-hati. "Ya, Don Arseny?""Apa kau paham maksud isyarat Elara tadi? Katakan padaku apa yang dia bicarakan," tuntut Arseny tanpa basa-basi. Matanya masih menatap tajam ke arah pintu tempat Elara menghilang, seakan bisa menembus dinding mansion.Viktor meragu sejenak. Ia tahu persis Elar
Read more