“Anak itu pingsan!” Suara teriakan seseorang langsung memecah lorong SMA 1 Pratama yang biasanya ramai di pagi hari. Beberapa murid spontan mundur. Ada yang panik, ada yang malah sibuk mengangkat ponsel diam-diam buat merekam. Seorang cowok terbaring di lantai dekat tangga, wajahnya pucat, napasnya berat. “Woi, bangun…!” salah satu siswa menepuk pipinya pelan. “Dia kenapa?” “Katanya belum makan.” “Anjir, serem banget…” Di tengah keributan itu, seorang siswi baru berhenti melangkah. Rambut hitam panjangnya masih sedikit basah karena gerimis pagi tadi. Seragamnya rapi. Sepatu putihnya bersih. Tapi yang paling mencolok justru cara matanya menatap keadaan sekitar tenang, nggak ikut panik seperti yang lain. “Kasih jalan.” Suaranya nggak keras, tapi cukup bikin beberapa orang refleks minggir. Fanya berjongkok di depan cowok yang pingsan tadi. “Air mineral ada?” Tak ada yang bergerak. “Cepat,” ucapnya lagi, kali ini lebih tegas. Seorang siswa buru-buru menyerahkan botol minu
Dernière mise à jour : 2026-04-24 Read More