“Aku tidak apa-apa,” ujar Blaire cepat-cepat, suaranya sedikit serak. Dia buru-buru meraih segelas air putih dan meneguknya di bawah tatapan penuh selidik dan keterkejutan dari orang-orang di mejanya.Sheesy kembali mengalihkan atensi pada Evelyn, melanjutkan topik yang sempat terputus. “Tapi bukankah itu baru sebatas rumor? Bisa saja perempuan itu hanya temannya. Kita semua tahu Ben sering terlihat jalan dengan banyak perempuan berbeda, tapi dia selalu menegaskan kalau mereka tidak lebih dari sekadar teman.”“Hmm, iya juga, sih. Tapi wajar, bukan? Selain wajahnya yang luar biasa tampan, kepribadiannya memiliki daya tarik tersendiri. Tidak heran mayoritas perempuan di kampus ini mengidolakan, bahkan terobsesi ingin memilikinya.”“Termasuk kau,” sahut Sheesy cepat, menyikut lengan sahabatnya.Evelyn tertawa tanpa beban, lalu menyunggingkan senyum genit yang kentara. “Ya, aku tidak menyangkalnya. Ben memang setampan itu. Sikapnya yang dingin dan sukar tersentuh justru membuat dia berkali
Read more