"Aku mencium bau makanan enak!" terdengar suara Draven lewat telepati. "Ada daging, auh aku lapar!" Alara sedikit terkikik mendengar suara itu. Selama perjalanan panjang kembali ke ibukota, Draven benar-benar tertidur. "Tenang, aku tidak melupakanmu. Kau benar-benar tidur panjang ya Kadalku Tersayang," balas Alara dari telepati. "Aku ini naga! Bukan Kadal Tersayangmu," Draven terus mengoceh panjang lebar. Alara menahan tawa geli saat mendengar hal itu. Saat ini Alara sedang mengambil makanan bersana kedua orang tua Norabel, Mireya, Elhart dan Cassian. Terdapat meja panjang dengan berbagai macam hidangan yang lezat. "Kah harus makan yang banyak, Putriku," Marchioness Rose terus mengisi piring Alara. "Nah, kau juga Mireya. Kalian sudah banyak bekerja keras." Mireya hanya mengganguk-angguk saja. Dia belum pernah berada di ruangan semegah ini. Mulutnya yang biasanya aktif bicara seolah terkunci. Kedua bola matanya terus menatap detail ukiran warna emas yang ada di langit-lang
อ่านเพิ่มเติม