"Valdes datang?" Selor Mita tertegun sejenak. Cangkir teh yang hendak diminumnya tertahan di udara. "Dia memang suka datang seenaknya tanpa memberitahuku," keluh Selir Mira. Alara tertegun. Itu keluhan yang tak biasa. Biasanya seorang selir seharusnya sangat senang ketika didatangi oleh sang raja. "Persilakan beliau itu masuk. Tak mungkin juga mengusir beliau," sahut Sekor Mira. "Ajak saja dia kemari. Salah sendiri datang tanpa pemberitahuan" Kedua bola mata Alara semakin membulat saat mendengar Selir Mira langsung memanggil Raja Valdes hanya dengan nama saja. Bahkan seolah tidak antusias atas kedatangan sang raja. "Maaf ya, Lady, sepertinya ayah Varek ingin ikut bertemu denganku. Kuharap kau tidak keberatan," ujar Selir Mira. Alara langsung menggelengkan kepalanya,"Tentu saja tidak. Suatu kehormatan bisa bertemu Raja Valdes di sini." 'Mampus, kuharap hari ini aku hanya bertemu calon ibu mertua saja. Kenapa sekarang sang raja juga ikut. Kevin, kau masih tidur atau dima
Mehr lesen