"Akhirnya bisa kemblali ke ruangan ini," Alara merebahkan tubuhnya ke pojokan tempat tidur sederhana itu. Dirinya merasa lebih nyaman di pojokan ruangan yang sederhana itu. "Anda harus mulai rajin makan minum dan istirahat saat ini, Lady. Aku akan lebih ketat lagi mengawasi Anda," ujar Mireya. Dia menyelimuti tubuh Alara dengan selimut tebal. Alara menggangguk pelan. Sebatang lilin yang menyala jtu di dekatkan ke atas meja sederhana di ruangan itu. Hari sudah malam. Pintu dan jendela ruangan persinggahan itu sudah ditutup rapat oleh Madam Godiva. Lentera kayu yang ada di tangannya dibawa masuk ke dalam ruangan. "Kau masih muda. Jangan keras kepala. Jika kau sakit semua orang repot," ujar Madam Godiva dengan ketus. Dia berjalan menuju ke pojokan ruangan tempatnya tidur. Alara mendongak pelan dari balik selimut. Kepalanya sedikit menyembul keluar. "Maaf, Madam.Terima kasih sudah merawatku. " "Sudah, sekarang Anda istirahat saja, Lady." Mireya berbaring tepat di samping A
Read More