"Apa maksudmu?" Akara menghentikan langkahnua. Dia menatap tajam ke arah Cassian. "Lady, aku menghormatimu. Namun kau tetap istri resmi Pangeran Diller, kuharap kau paham apa maksudku," sahut Cassian. Pria bertubuh jangkung itu tidak pernah terlihat seserius ini. Senyum teduh itu seolah menghilang dari wajah Cassian. "Jangan khawatir. Aku punya masalah dengan Diller. Tak mungkin aku merusak kepercayaan kalian," sahut Alara. Dia kembali berjalan menuju ke tenda pengobatan. Sementara itu di ruangan komando. Varek sedang sibuk rapat bersama para komandan pasukannya. Nampak para komandan berdiri rapi mengelilingi peta besar yang ada di tengah ruangan. Semuanya berdiri tegap. Diantara belasan orang itu tak ada yang berani menguap apalagi bertingkah konyol. "Bagaimana kabar dari pengintai kita?" Varek menatap ke arah Elhart. Elhart, sang ajudan membuka sebuah gulungan kecil. Gulungan itu diberikan kepada Varek. "Kabar dari pengintau kita, pasukan kerajaan musuh, Kera
Read More