"Bibi Yanli, apa Ibu belum pulang?" tanya Gu Jinyi. Bocah kecil itu menangis sepanjang hari karena merindukan ibunya. Gu Yanli tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya tahu Gu Qingran pergi ke Desa Lotus, dan selama dua hari wanita itu belum kembali. "Jinyi, dengarkan Bibi. Ibumu pasti kembali. Jinyi jangan menangis, bagaimana kalau kita melukis saja di halaman belakang. Nanti kalau ibu pulang, Jinyi bisa hadiahkan pada ibu." Awalnya bocah itu diam, namun beberapa detik berlalu dia mulai menurut. "Baik, Bibi Gu. Jinyi mau melukis untuk Ibu." Gu Yanli tersenyum, lalu dia menyuruh pelayan untuk membawa Gu Jinyi ke halaman belakang Kediaman Gu. Setelah Gu Jinyi pergi dengan pelayan, gadis itu menemui ibunya. Gu Lanying tengah berbincang dengan seorang pria muda di aula utama. "Ibu." "Yanli, ada apa?" Pria itu adalah Han Wei. Dia adalah pengawal setia Gu Jixuan. Tampak dia melirik Gu Yanli, lalu berpamitan untuk pergi. "Pria itu siapa?" Gu Lanying menghela napas pela
اقرأ المزيد