Semua orang diam seperti patung. Tak ada satu pun yang berani bicara keras. Tatapan mereka tertuju pada mata pisau kecil di tangan Gu Qingran. Bahkan Hong Mi yang telah berkali-kali keluar masuk medan perang pun merasakan telapak tangannya berkeringat. Di Kerajaan Xuaning, tidak pernah ada tabib yang berani membelah tubuh manusia. Namun hari ini, Gu Qingran akan melakukannya. "Nyonya, jangan!" seru salah seorang tabib. "Kalau Tuan Muda tewas di tangan Anda, keluarga Gu akan menjadi cemooh seluruh orang, dan Anda akan mendapat hukuman dari istana." Gu Qingran tidak menoleh sedikit pun. Tatapannya hanya tertuju pada punggung Gu Jixuan. Napasnya panjang, berusaha menenangkan pikirannya sendiri. Di kehidupan sebelumnya, dia telah melakukan operasi seperti ini ratusan kali. Namun sekarang berbeda. Tidak ada ruang operasi, tidak ada lampu bedah, tidak ada monitor detak jantung, bahkan tidak ada obat bius modern. Yang dia miliki hanyalah sebatang pisau, beberapa jarum, bena
اقرأ المزيد