Ishrina terdiam beberapa detik.Entah kenapa, dulu ancaman seperti itu selalu berhasil membuatnya takut. Ia selalu khawatir Kallias akan marah padanya, akan meninggalkannya, atau kecewa padanya.Namun sekarang semuanya terasa berbeda. Karena pria itu sudah lebih dulu menyakitinya sampai tidak ada lagi yang benar-benar bisa ia takutkan.Ishrina perlahan mengangkat tangannya lalu mendorong dada Kallias sedikit lebih kuat kali ini.“Apa Anda sadar,” ucapnya pelan, “betapa egoisnya diri Anda sekarang?”Tatapan Kallias langsung berubah tajam.“Saya harus diam saat Anda bersama Iris,” lanjut Ishrina lirih. “Saya harus menerima semuanya sendirian. Tapi saat saya bicara dengan pria lain, Anda datang dan marah seperti ini?”“Ishrina.”“Tidak.” Ishrina memotong cepat. Suaranya mulai bergetar, namun ia memaksa dirinya tetap menatap pria itu. “Anda tidak punya hak mengatur saya lagi.”Kallias diam, dan diamnya pria itu justru membuat suasana terasa semakin berat.“Aku tetap punya hak itu,” ucapny
Last Updated : 2026-05-11 Read more