Kallias perlahan menjauh darinya setelah Ishrina berhasil mendorong tubuh pria itu tadi.Napas mereka sama-sama belum stabil, sementara suasana kamar besar tersebut terasa begitu sunyi dan menyesakkan. Ishrina segera bangkit lalu duduk di atas ranjang sambil menatap pria di depannya dengan wajah dingin.Rambutnya sedikit berantakan, bibirnya memerah akibat ciuman paksa tadi, dan itu justru membuat rasa marah di dalam dirinya semakin sulit ditahan. Ia benar-benar tidak mengerti bagaimana Kallias masih bisa bertindak seperti ini setelah semua yang terjadi.Sementara itu, Kallias tetap diam menatap dirinya. Tatapan pria itu tidak berubah sedikit pun.Dan anehnya, itu justru membuat dada Ishrina terasa semakin sesak.Wanita itu akhirnya menarik napas pelan, “Berhenti mengganggu saya.”Keheningan langsung memenuhi ruangan.“Anda tidak seharusnya seperti ini lagi.”Nada suara Ishrina terdengar tenang, tetapi justru karena ketenangan itulah kalimat tersebut terasa semakin dingin. Seolah dir
Last Updated : 2026-05-21 Read more