Ishrina menatap tangan Axion beberapa detik sebelum akhirnya meraihnya perlahan.Tanpa banyak bicara, wanita itu menggerakkan kudanya mendekat lalu berpindah tempat duduk ke depan Axion. Gerakannya ringan, tetapi cukup membuat suasana di sekitar mereka langsung berubah.Tatapan Kallias mengeras seketika.Rahang pria itu terlihat menegang saat melihat Ishrina kini berada dalam satu kuda bersama Axion. Mata merahnya mengikuti setiap gerakan wanita itu tanpa berkedip sedikit pun.Namun Ishrina memilih tidak memedulikannya, ini semua terjadi karena ulah Kallias sendiri. Padahal sejak awal ia sudah berusaha menolak permainan bodoh ini.Axion menahan tubuh Ishrina secara refleks agar wanita itu tidak kehilangan keseimbangan sebelum akhirnya menarik tali kekang kudanya pelan.“Jadi,” ucapnya santai sambil menatap Kallias, “apa peraturannya?”Kallias masih menatap Ishrina beberapa saat sebelum akhirnya menjawab dingin,“Siapa yang mendapatkan burung paling banyak, dialah yang menang.”“Baik.”
Last Updated : 2026-05-13 Read more