Sapto sama sekali tidak menyadari bahwa dirinya sedang menjadi pusat perhatian. Duduk di bangku panjang yang menghadap keramaian pasar malam, ia terus tertawa lepas sambil merangkul seorang gadis yang usianya tampak jauh lebih muda darinya. Sesekali gadis itu menyuapkan jajanan ke mulut Sapto, lalu keduanya kembali tertawa seolah dunia hanya milik mereka.Pemandangan itu membuat langkah Ujang terhenti. Dadanya terasa sesak.Wajah pria itu tak mungkin salah lagi. Sapto... Suami Maisaroh.Pria yang menghilang berbulan-bulan setelah menerima uang seratus juta dari istrinya dengan alasan mengurus pekerjaan sebagai pegawai negeri. Namun malam ini, pria itu justru terlihat sehat, berpakaian rapi, dan bermesraan dengan perempuan lain tanpa sedikit pun rasa bersalah.Ujang menarik napas panjang. Ia melangkah mendekat dengan Arumi, Udin, Siti, dan Aliyah mengikuti di belakang.Begitu jaraknya tinggal beberapa langkah, Ujang berhenti. "Kang Sapto?"Sapto yang sedang tertawa langsung tersentak. S
Read more