Begitu pintu Losmen Bunga Desa terbuka, suara riuh langsung menyambut Ujang dan Udin.Tawa pecah dari berbagai sudut. Musik dangdut terdengar samar dari ruangan belakang, bercampur denting gelas, suara orang bercanda, dan aroma kopi hitam yang mengambang tebal di udara. Hampir seluruh sofa di ruang utama terisi para peserta turnamen.Maklum saja, Losmen Bunga Desa merupakan satu-satunya penginapan di Desa Karang Hitam.Peserta yang memiliki uang lebih memilih kamar losmen. Sementara mereka yang ingin berhemat menyewa kamar di rumah warga. Bahkan beberapa peserta yang benar-benar ingin menghemat pengeluaran memilih duduk di warung kopi hingga pagi.Namun, pemandangan di dalam losmen membuat Ujang mengernyit.Beberapa tamu duduk santai di sofa ditemani wanita-wanita berpakaian mencolok. Ada yang tertawa, ada yang berbicara sangat dekat, dan ada pula yang tampak seperti sudah menjadi pelanggan tetap tempat tersebut.Udin melongo. “Gila, Jang... di sini kayaknya bebas banget, ya?”Ujang ti
Read more