“Punyamu besar banget, Din!” teriak Adara begitu melihat pusaka Udin yang berdiri tegak.Tanpa menunggu lagi, Adara melahap habis pisang besar Udin dari ujung ke ujung hingga masuk seluruhnya, sambil mulutnya bergerak dengan lembut.“Aaaah... enak sekali, Adara!” teriak Udin yang baru pertama kali merasakan tubuhnya melayang oleh sentuhan hangat Adara.“Serius, kamu belum pernah?” tanya Adara dengan mulut tersenyum dan mata berkeling nakal.Ia merasa beruntung jika Udin belum pernah sama sekali melakukannya dengan perempuan lain.“Belum pernah! Ini pengalaman pertama aku,” kata Udin terbata-bata.“Beneran?” tanya Adara lagi.Belum sempat Udin menjawab, Adara sudah melahap pisang besarnya lagi.“Aku akan memberikan sesuatu yang tak akan kamu lupakan, Din... jika kamu benar-benar belum pernah bersama perempuan lain,” kata Adara yang memainkan lidahnya dengan profesional.“Aku... Aku gak tahan lagi, Adara!” kata Udin gugup karena sesuatu dalam tubuhnya mulai bergerak cepat dan akan keluar
Read more