Suara mesin Porsche Carrera terdengar halus ketika mobil sport itu memasuki area apartemen mewah di pinggiran Kota Samudera.Dari balik kaca jendela, Udin menempelkan wajahnya.Bangunan itu menjulang di tepi pantai, dikelilingi taman yang tertata rapi, kolam air mancur, dan deretan pohon palem yang bergerak ditiup angin laut. Cahaya lampu taman memantul di permukaan jalan yang mengilap.Udin sampai lupa berkedip.“Gila...” gumamnya.Sheila melirik sambil tersenyum tipis. “Kenapa?”“Ini apartemen atau istana?”Sheila terkekeh. “Biasa saja.”“Biasa dari mana?” Udin menunjuk ke luar. “Parkirannya saja lebih bagus daripada rumahku!”Porsche itu akhirnya berhenti di depan pintu utama.Seorang petugas keamanan langsung mendekat. Begitu melihat Sheila turun, sikapnya berubah hormat.“Selamat datang, Nona Sheila.”Sheila hanya mengangguk lalu membuka pintu untuk Udin.“Ayo.”Udin turun dengan gerakan kaku. Matanya masih berkeliling, seolah takut menyentuh sesuatu dan harus menggantinya dengan
Read more