"Stella, apa masih ada bagian yang nggak nyaman?"Begitu melihat Stella bangun, semua orang langsung mengelilinginya. Tatapan mereka penuh kekhawatiran.Sean yang pertama berbicara, "Lain kali jangan lakukan hal berbahaya seperti itu lagi, kamu akan selalu menjadi adik kami."Mendengar itu, mata Stella langsung memerah, wajahnya penuh kesedihan. Dia menggenggam Aster yang paling dekat dengannya. "Aku cuma takut kalian nggak menginginkanku lagi. Apa yang terjadi dulu memang salahku, tapi ...."Sambil berkata begitu, dia menunduk dan terisak pelan. Reaksi itu membuat mereka semakin kasihan padanya."Stella, jangan takut. Apa yang terjadi dulu sudah berlalu, kami akan selalu menemanimu."Para kakaknya pun menyahut, nada mereka penuh kasih sayang.Aster memandangnya. Tiba-tiba muncul kegelisahan di hatinya, seolah-olah dia telah kehilangan sesuatu selamanya."Aster, apa kamu masih menyalahkanku?" Stella menatap matanya, suaranya memelas."Nggak, jangan mikir macam-macam. Istirahatlah yang
Read More