Share

Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku
Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku
Penulis: Angie

Bab 1

Penulis: Angie
Selama lima tahun menikah, Aster tidak pernah mendaftarkan pernikahan dengan Selene secara resmi.

Dia selalu bilang perusahaan terlalu sibuk, tidak ada waktu, daftar atau tidak juga sama saja. Selene percaya begitu saja. Sampai hari ini ....

Dia melihat dengan mata kepala sendiri Aster keluar dari kantor catatan sipil bersama kakaknya yang menghilang lima tahun!

Mata Stella memerah saat dia menerjang ke pelukan Aster, tangannya menggenggam erat akta nikah menyilaukan itu.

"Aster, waktu itu aku memang salah karena kabur dari pernikahan ...." Suara Stella tercekat. "Aku tahu kali ini kamu setuju menikah denganku juga karena aku kena kanker, tapi aku tetap ingin tanya .... Selama bertahun-tahun ini, apa kamu benar-benar sudah melupakanku dan jatuh cinta pada Selene?"

Aster terdiam lama sekali, sampai jari Selene menancap ke telapak tangannya sendiri dan meninggalkan bekas darah.

"Nggak." Akhirnya, Aster menjawab dengan suara rendah, "Nggak pernah."

Stella langsung tertawa di tengah air mata, lalu berjinjit mencium bibirnya. Tangan Aster sempat menggantung di udara, sebelum perlahan jatuh di pinggang Stella. Dia memperdalam ciuman itu.

Selene berdiri tidak jauh, seketika merasa langit runtuh dan bumi terbelah. Kalau Aster tidak pernah melupakan Stella, bagaimana dengan dirinya?

Tit .... Suara klakson yang menusuk telinga menyadarkannya. Dengan gemetar, dia menoleh dan melihat tiga mobil Maybach hitam berhenti di pinggir jalan. Tiga bersaudara Keluarga Wiyoko turun dengan jas rapi.

"Sudah selesai ambil akta nikah? Kami sudah pesan restoran untuk buat perayaan."

Selene gemetar hebat. Mereka ini adalah kakak-kakak yang tadi pagi masih membuatkan sarapan untuknya dengan tangan mereka sendiri ....

"Kak!" Stella menangis sambil menerjang ke pelukan mereka. "Kupikir kalian nggak akan mengakuiku lagi ...."

Ketiga bersaudara itu saling memandang dengan ekspresi rumit. Akhirnya, kakak ketiga, Shawn, mengusap rambut Stella. "Bodoh, dari kecil sampai sekarang kamu bikin masalah, kapan kami nggak membereskan semuanya untukmu?"

Stella tertawa sambil menangis, lalu merangkul lengan ketiga kakaknya seperti waktu kecil.

Lima orang itu naik mobil dengan suasana hangat. Tidak ada yang melihat Selene berdiri di seberang jalan dengan wajah pucat.

Sampai rombongan mobil itu menghilang dari pandangan, barulah Selene terhuyung dan bertopang pada batang pohon. Kulit kayu yang kasar menggores lengannya, tetapi tidak bisa dibandingkan dengan rasa sakit di hatinya.

Sejak kecil, Stella selalu disayang seperti permata berharga. Padahal mereka kembar, tetapi di mata ketiga kakaknya hanya ada Stella.

Saat dia demam tinggi terbaring di ranjang, mereka sedang menemani Stella di taman hiburan. Saat ulang tahunnya, dia menunggu sendirian sampai larut malam, mereka semua merayakan ulang tahun Stella.

Selene diam-diam menyukai Aster selama sepuluh tahun, tetapi hanya bisa melihat dia melamar Stella. Dia dulu berpikir, tidak ada yang mencintainya, memang itulah takdirnya.

Sampai pernikahan lima tahun lalu, Stella yang memakai gaun pengantin bernilai miliaran kabur dari pernikahan dan pergi jauh bersama seorang preman.

Keluarga Wiyoko dan Keluarga Yunanda merasa malu. Ketiga kakaknya itu pun marah besar dan langsung mengumumkan, "Mulai sekarang, kami hanya punya satu adik perempuan, Selene!"

Malam itu, Aster masuk ke kamarnya dalam keadaan mabuk. Dia menekan Selene ke dinding, jarinya mengusap wajahnya. Dengan tatapan linglung, dia berkata, "Kalian ... sangat mirip."

Kemudian, dia memasangkan cincin pernikahan yang seharusnya dikenakan Stella ke jari manis Selene. "Karena dia kabur, kamu yang nikah saja denganku, gimana?"

Selene tahu dia seharusnya tidak setuju, tetapi dia terlalu menyukai pria itu. Selama lima tahun ini, Aster memanjakannya sampai menjadi wanita yang paling membuat iri di seluruh kota.

Dia menghamburkan uang di pelelangan hanya untuk mendapatkan kalung berlian biru yang Selene lihat lebih lama, dia menyewa lantai teratas restoran Menara Eiffel di Paris, membuat seluruh kota menyalakan kembang api untuknya. Bahkan setiap malam saat Selene bermimpi buruk, dia akan meninggalkan rapat lintas negara dan memeluknya dengan lembut.

Tiga kakaknya juga berubah. Kakak pertama, Sean, muncul tepat waktu setiap hari di bawah gedung kantornya, tanpa peduli hujan atau panas. Kakak kedua, Sonny, ingat dia alergi seafood, bahkan memeriksa bumbu dengan teliti untuknya. Kakak ketiga, Shawn, bergadang membantu merevisi desainnya, berkata sambil tersenyum, "Cuma urusan Selene yang paling penting."

Dengan naif, dia mengira dirinya akhirnya dicintai.

Sampai hari ini Stella kembali, semua cinta itu seperti air laut yang surut, seketika ditarik menjauh darinya.

Selene melihat mobil-mobil yang menjauh itu, tiba-tiba tertawa. Awalnya pelan, lalu semakin keras, sampai dia membungkuk dan air matanya jatuh satu per satu ke tanah. Orang-orang yang lewat melirik, tetapi tidak ada yang tahu kenapa gadis cantik ini menangis begitu sedih.

Ternyata selama ini, dia hanya seorang pencuri. Dia mencuri cinta yang seharusnya milik Stella. Sekarang pemilik aslinya kembali, dia yang hanya pengganti ini ... sudah waktunya mundur!

"Karena kalian semua hanya mencintainya ...." Dia menarik napas dalam-dalam, jantungnya seperti diremas kuat-kuat. Rasanya sakit sampai hampir tidak bisa bernapas. "Aku juga nggak menginginkan kalian lagi!"

Dia mengangkat tangan menghentikan taksi. "Ke pusat transaksi pulau pribadi internasional."

Setengah jam kemudian, dia mendorong pintu kaca berat dan berkata kepada resepsionis, "Halo, aku ingin beli sebuah pulau tak berpenghuni."

Resepsionis itu jelas tertegun, lalu segera memanggil manajer. Manajernya adalah seorang pria berusia sekitar 40 tahun, berpakaian rapi, memiliki tatapan tajam.

"Bu Selene, pulau yang Anda minati sangat istimewa. Di sana memang pemandangannya indah, tapi nggak ada sinyal, nggak ada jalur penerbangan, kapal suplai terdekat pun hanya datang tiga bulan sekali."

Dia berhenti sejenak. "Begitu Anda memutuskan naik ke pulau itu, artinya Anda akan terisolasi dari dunia dan benar-benar menghilang. Anda yakin ingin membelinya?"

"Aku yakin."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku   Bab 22

    Mereka masih memendam harapan, ingin mendapatkan pengampunannya. Hadiah-hadiah terus dikirim ke Selene, tetapi semuanya dikembalikan.Adam yang melihat cara Selene melempar semua hadiah itu pun tak bisa menahan tawa. "Proyekku di sini sebentar lagi selesai. Kamu mau ikut aku kembali ke Kota Kibar?"Gerakan Selene terhenti sejenak."Adam, kamu benar-benar menyukaiku? Kamu benar-benar nggak keberatan dengan masa laluku?"Adam menatapnya dengan tatapan yang tegas dan lembut. "Selene, aku orang dewasa. Aku bisa membedakan antara rasa suka dan rasa terima kasih. Aku menyukaimu, mencintaimu, dan ingin melindungimu.""Untuk masa lalumu, yang kurasakan hanya sakit hati ... dan penyesalan kenapa aku nggak bertemu denganmu lebih awal."Adam adalah seseorang yang sangat baik dalam mengejar cinta. Perhatiannya selalu terlihat dari setiap hal kecil.Selene sudah melewati usia yang mendambakan cinta yang dramatis dan penuh pengorbanan. Justru perhatian yang tersembunyi dalam detail seperti ini yang

  • Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku   Bab 21

    Menghadapi semua tindakan mereka, Selene hanya merasa jijik."Aku sudah mengatakan semuanya dengan sangat jelas. Aku nggak ingin lagi menjadi adik kalian, apalagi menjadi istri Aster. Aku hanya ingin menjadi Selene. Kemunculan kalian hanya membuatku merasa muak."Mendengar kata-katanya, wajah mereka semua menunjukkan kesedihan. "Selene, kami benar-benar tahu kami salah. Semua ini karena Stella, jadi kami melakukan kesalahan seperti itu."Selene mencibir, lalu mengangkat lengannya. "Di sini, aku pernah digigit ular berbisa yang diberikan Stella. Karena kalian nggak mau memberiku pengobatan, aku hampir mati. Sampai sekarang, karena efek racunnya, lenganku masih sering mengalami nyeri saraf."Dia lalu menatap Sean, menunjuk punggungnya, dan berkata dengan jelas, "Karena difitnah Stella, aku dihukum 100 cambukan. Sampai sekarang, bekas lukanya nggak bisa hilang."Dia lalu menunjuk dadanya. "Aster, kamu menabrakku hingga tiga tulang rusukku patah. Setiap kali hujan, rasanya sakit.""Dan per

  • Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku   Bab 20

    Selene tidak berkata apa-apa. Keheningan mengalir di antara mereka berdua.Aster menatapnya lekat-lekat, berharap pengakuannya bisa meluluhkan hati Selene."Aster, untuk apa kamu melakukan ini?" Selene menggeleng, penolakannya sangat tegas. "Kamu seharusnya tahu, di dunia ini nggak ada obat penyesalan.""Kalau memang ada, hal yang paling kusesali adalah dilahirkan di Keluarga Wiyoko. Yang kedua adalah menikah denganmu lima tahun lalu."Selene tidak ingin terus terlibat dengannya. "Aster, saat digantung di tebing itu, aku sudah mati sekali. Anggap saja kamu melepaskanku, bisa?"Dia ingin berbalik pergi, tetapi pergelangan tangannya ditahan oleh Aster."Nggak bisa. Selene, aku benar-benar sudah sadar salah, aku juga benar-benar menyesal. Bukankah kamu dulu paling ingin menikah denganku? Ikut aku kembali, kita daftarkan pernikahan kita ya?"Semakin dia mengatakan hal-hal itu, Selene semakin merasa muak. Saat dia tidak bisa melepaskan diri, sebuah tangan menarik pergelangan tangannya dari

  • Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku   Bab 19

    Selene terus berkeliling ke berbagai tempat, hingga akhirnya menetap di sebuah kota bunga di perbatasan.Dia berjalan santai di jalanan, sesekali mengangkat kamera untuk mengambil beberapa foto."Selene!" Mendengar seseorang memanggil namanya, Selene menoleh.Meskipun samar-samar, dia langsung mengenalinya. Itu Aster.Dia tak bisa menahan diri untuk mengernyit. Sudah terlalu lama dia tidak melihat orang-orang yang berkaitan dengan Aster, sampai-sampai hampir melupakannya.Selene tidak mengerti. Jelas-jelas Aster tidak mencintainya dan dia juga sudah memilih pergi. Kenapa pria ini masih datang mengganggunya?Begitu memikirkan Aster, dia langsung teringat masa-masa di Keluarga Wiyoko. Cuaca di sini hangat, luka di tulang rusuknya sudah lama tidak terasa sakit. Namun, begitu melihat Aster, rasa sakit karena luka batin itu kembali menyeruak.Selene mempercepat langkah dan pergi. Kerumunan dan gang-gang memisahkan dirinya dari Aster.Saat Aster melihat Selene untuk pertama kalinya, dia hamp

  • Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku   Bab 18

    Sejak Adam datang ke sini, kehidupan Selene memang banyak berubah. Dulu, di hatinya selalu terasa seperti ada yang hilang.Namun, setelah Adam datang, mereka sesekali berbincang. Bahkan saat tidak berbicara, dia tetap akan berdiri di sampingnya sebentar.Selene menyentuh dadanya dan baru menyadari bahwa rasa hampa dan kehilangan itu sudah lama tidak muncul.Baru saat itu Selene sadar, perasaan hampa itu muncul karena dia terlalu lama sendirian dalam keheningan.Manusia adalah makhluk sosial. Selama masih manusia, pasti akan mendambakan kebersamaan. Terlalu lama terpisah dari orang lain akan menimbulkan rasa kesepian.Selene dulu memang ingin menghabiskan sisa hidupnya di pulau terpencil ini, tetapi sekarang dia berubah pikiran.Beberapa bulan telah berlalu. Mereka seharusnya sudah melupakannya. Dia sendiri sudah dianggap mati sekali, jadi tidak perlu lagi menyiksa diri.Memikirkan hal itu, Selene tidak menolak usulan Adam."Aku juga akan pergi besok. Tapi nggak perlu temani aku jalan-j

  • Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku   Bab 17

    Selene sudah tinggal di pulau terpencil ini selama beberapa bulan. Selain kapal suplai yang sesekali datang, hampir tidak ada manusia di sini.Yang menemaninya setiap hari hanyalah angin laut dan burung laut yang kadang terbang melewati jendela.Hidup sendiri terasa cukup nyaman. Awalnya Selene masih sesekali teringat pengalaman di Keluarga Wiyoko, tetapi lama-kelamaan dia mulai melupakannya, seolah-olah kenangan yang tidak menyenangkan itu terkubur.Hal-hal tentang Keluarga Wiyoko dan Aster terasa seperti terjadi di kehidupan sebelumnya.Melihat peringatan badai di ponselnya, Selene menutup rapat pintu dan jendela vila yang berada di tengah pulau, lalu menunggu cuaca kembali cerah.Benar saja, hari cerah yang langka akhirnya datang. Melihat langit tanpa awan, Selene tiba-tiba ingin keluar berjalan-jalan.Air laut di sini sangat biru. Selene sering merasa dirinya seperti berada di ujung dunia. Tiba-tiba, sesuatu di pantai kejauhan menarik perhatiannya.Dia berjalan mendekat dan menemuk

  • Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku   Bab 8

    Angin kencang menderu. Dengan gaun putihnya, Stella berdiri di tepi tebing. Tubuhnya goyah seolah-olah bisa jatuh kapan saja. Angin laut mengibaskan gaunnya, membuatnya tampak rapuh seperti kertas."Stella!" Para kakak berteriak dengan panik, "Cepat kembali!"Stella menoleh, air matanya mengalir der

  • Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku   Bab 7

    Saat Selene membuka mata, dia mendapati dirinya terbaring di rumah sakit. Bau disinfektan masuk ke hidungnya, monitor jantung mengeluarkan bunyi "bip, bip" yang teratur."Kamu sudah sadar?" Perawat mendorong pintu dan masuk. "Lukamu cukup parah, tiga tulang rusukmu patah. Kamu butuh keluarga untuk m

  • Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku   Bab 6

    Pada saat itu juga, angin kencang tiba-tiba menimbulkan ombak besar. Kapal pesiar berguncang hebat. Suara Selene sepenuhnya tenggelam oleh deru ombak dan teriakan.Aster mengernyit. "Tadi kamu bilang apa? Anginnya terlalu kencang."Selene baru hendak membuka mulut, tetapi Stella sudah berkata dengan

  • Kekasihku Tak Pernah Mencintaiku, Tetapi Kakakku   Bab 5

    Empat pria itu masih sibuk memeriksa apakah Stella terluka. Lengan Stella hanya sedikit memerah karena terkena panas."Stella! Kamu nggak apa-apa?""Biar kulihat!""Cuma sedikit merah, cepat ambil obat!"Akhirnya seorang awak kapal yang lewat menemukan Selene. Dengan panik, dia berlari mendekat, men

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status