Malam turun membungkus seantero Dinasti Xiang Xi dalam kegelapan yang pekat. Hampir tengah malam, Balai Pengobatan Istana, tempat bermukimnya para tabib kekaisaran, telah sepenuhnya sunyi. Hanya beberapa lampion di koridor luar yang membiaskan cahaya temaram, menciptakan bayang-bayang panjang yang statis. Namun, kesunyian itu terusik oleh sekelebat bayangan hitam yang turun dari atas genting tanpa suara. Sosok itu mengenakan pakaian serba hitam, wajahnya tersembunyi di balik topeng perak yang memantulkan semburat sinar bulan, dan kepalanya ditutupi caping lebar. Gerakannya seringan kapas, nyaris mustahil didengar oleh telinga manusia biasa. Ia melompat turun ke selasar belakang rumah salah satu tabib senior. Kamar di hadapannya gelap, hanya diterangi sebatang lilin yang mulai meleleh di atas meja. Dengan gerakan taktis, sang bayangan bertopeng melubangi kertas penutup jendela kayu dengan ujung pisau kecil, lalu menyisipkan sebuah pipa bambu tipis. Dari pipa itu, ia meniupkan asa
Magbasa pa