"Tak perlu kesal seperti itu, Xue'er. Kalian ini masih pengantin baru, wajar jika Shen Yang kelelahan. Kalian pasti sedang sering-seringnya melakukan—" "Melakukan apa, Hah?!" potong Lian Xue cepat, wajahnya memerah padam. "Jangan sembarangan bicara, Ah Xian!" "Galak sekali," cibir Liu Xian sambil terkekeh, sengaja merentangkan tangan di ambang pintu. "Aku kan hanya menebak. Memangnya Shen Yang sekaku itu di ranjang?" "Minggir!" Lian Xue mendorong tubuh sepupunya itu dengan kasar. Dua kali. Dua kali dalam sehari Liu Xian berhasil membuat tensinya naik ke ubun-ubun dengan godaannya. Lian Xue melangkah lebar-lebar meninggalkan dapur, mengabaikan tawa Liu Xian yang masih menggema di belakangnya. Dalam ketergesaannya menuju Paviliun Yuehua, langkah kaki Lian Xue yang menghentak-hentak hampir saja membuatnya menabrak sesosok pria tua berwajah klimis. "Astaga, Tuan Putri! Anda mengejutkan hamba," ujar Kasim Zhang sambil mengusap dadanya, membungkuk hormat. Lian Xue mengerem la
Read more