Keheningan malam di Paviliun Tian Lang terasa begitu pekat, hanya dihiasi deru napas Shen Yang yang berat. Lian Xue masih mematung di tempatnya. Sepasang matanya menatap jemari Shen Yang yang gemetar namun begitu erat mencengkeram gaunnya."Shen Yang ...," bisik Lian Xue pelan, hampir tak terdengar.Pria tegap itu tidak membalas panggilan tersebut. Kepalanya terkulai lemas ke samping dipan, matanya terpejam rapat akibat pengaruh arak yang begitu pekat. Namun, cengkeraman tangannya di ujung gaun Lian Xue sama sekali tidak mengendur. Ia seperti seorang anak kecil yang takut ditinggalkan di dalam kegelapan.Lian Xue menghela napas panjang, mengusap wajahnya yang terasa lelah. Pergolakan hebat bertarung di dalam dadanya. Logikanya berteriak agar ia segera menarik kain gaunnya, melangkah keluar, dan membiarkan para pengawal yang mengurus Jenderal ini. Ini bukan urusanmu, bisik akal sehatnya. Kau berada di sini untuk bertahan hidup, bukan untuk mengobati luka emosional seorang Jenderal y
Magbasa pa