"Perayaan ulang tahun Kaisar bukan sekadar acara makan bersama atau pertunjukan seni biasa, Xue'er," ujar Selir Agung Wei tenang. Ia menyesap tehnya sekali lagi sebelum melanjutkan dengan suara sehalus sutra. "Itu adalah panggung di mana seluruh mata tertuju, mulai dari para menteri, keluarga kerajaan, hingga utusan dari berbagai negeri tetangga. Siapa pun yang memimpin acara ini akan menjadi pusat perhatian." Lian Xue mencondongkan tubuhnya sedikit, menatap bibinya dengan binar penuh rasa ingin tahu yang sengaja dipelihara. "Namun bukankah Selir Wu masih relatif baru dan belum pernah memegang tanggung jawab sebesar ini, Bibi? Jika terjadi sedikit saja kesalahan, bukankah akibatnya bisa sangat berbahaya bagi nama baik istana belakang?" Selir Agung Wei tertawa kecil, suara tawa yang begitu merdu namun menyimpan dinginya es. "Justru karena itulah Bibi memberikannya padanya, Xue'er. Selir Wu belakangan ini tampak begitu ambisius. Ia sering kali datang menunjukkan bakatnya di hadapan
Magbasa pa