Malam berangsur-angsur larut di Paviliun Bukit Minglian. Kehangatan yang menyelimuti ranjang tadi sore masih menyisakan pendar lembut di balik remang lampu minyak. Lian Xue berbaring di samping Shen Yang, menyandarkan kepalanya di bahu tegap sang Jenderal yang tak terluka. Lian Xue berusaha ikut memejamkan mata, namun saat ia hendak menggeser tubuhnya sedikit untuk mencari posisi tidur yang nyaman, lengan tegap Shen Yang mendadak mendekap pinggangnya makin erat. Pria itu memeluknya secara intuitif dalam ketidaksadarannya, begitu erat dan protektif, seolah takut Lian Xue akan menghilang jika renggang sedikit saja. Lian Xue menahan napas. Pelukan Shen Yang yang teramat erat itu membuatnya sulit bernapas, apalagi melepaskan diri. Dengan sangat hati-hati dan perlahan, Lian Xue memutar tubuhnya di dalam dekapan sang Jenderal, mencoba melonggarkan cengkeraman lengan tegap suaminya tanpa mengusik tidurnya. Namun, saat ia terdiam sejenak menanti deru napas Shen Yang kembali stabil, e
Read more