"Bertiga?" tanya Laras, keningnya berkerut."Iya.. aku, kamu, Linda. Kita sekarang kan keluarga.""Linda juga? Linda seneng banget Mas. Mulai sekarang Linda jadi adiknya Mbak Laras, ya?"Laras memutar bola matanya malas. "Adik? Mending aku adopsi kambing aja buat jadi adik.""Hehe.. Mbak Laras pengin punya adik kambing? Tapi dapatnya kucing gimana dong? Kata Mas Bagas, Linda mirip kucing," sahutnya malu-malu.Laras sampai kehabisan kata-kata."Kamu lucu banget sih," sahut Bagas, sembari tangannya mengusap lembut kepala Linda, lalu mencubit pipinya. "Mas jadi gemes," lanjutnya."Hihi.. Mas jangan gitu, pipi Linda atiitt," balasnya manja.Idih... Dia itu sebenarnya punya gangguan bicara atau gimana, sih? Tadi gagap, sekarang apa? "Atit"? "Atiiittt"?, batinku.Laras mendengus pelan, mereka sudah benar-benar kehilangan rasa malu.Saat itu Laras tersadar.. ia sudah tidak bisa lagi berbicara baik-baik dengan suaminya. Karena sepertinya bukan cuma hatinya yang busuk, cara berpikirnya juga ik
최신 업데이트 : 2026-04-29 더 보기