Elowen menatap punggung Adrien yang mulai mengecil dari pandangannya. Tanpa ia sadari, kalau Aisar sudah memperhatikannya sejak awal. “Berhenti membuat ulah, Elowen.” Kalimat itu, membuat tubuh Elowen meremang. Gadis itu menunduk, dan menghadap Aisar yang sudah berdiri tegak dengan kedua tangan terlipat di dada. “Saya minta maaf, Tuan—”“Bukan maaf yang kumau, Elowen,” katanya dingin. Elowen mengangkat wajahnya perlahan. Menatap Aisar dengan sangat hati-hati. “Kau lihat sendiri, kan, bagaimana Adrien. Apa kau tidak cukup takut untuk terus berurusan dengannya?”Elowen melangkah mundur, ketika Aisar melangkah maju. Mendekat. Aisar memejamkan matanya sejenak. “Tinggallah di dalam paviliun untuk sementara waktu, sampai aku menyuruhmu keluar,” katanya. Tangannya terulur menyentuh dagu Elowen. “Apa kau berjanji akan mengikuti perintahku, Elowen?”Tangan Aisar turun menyentuh leher Elowen yang sedang bergerak menelan ludah.“Ba-baik, Tuan—”“Jangan menunduk,” bisiknya. Menahan wajah Elow
최신 업데이트 : 2026-05-16 더 보기