“Sedang apa kau disini?” Elowen buru-buru menjauhkan tangannya dari kanvas, lalu berbalik badan. Dia menunduk dalam, ketika Aisar mulai melangkah mendekat. “Ma-maafkan saya, Tuan. Saya tidak bermaksud berbuat lancang—eh!” Elowen menegang, saat Aisar menyentuh pipinya. Pupilnya menyusut. Dia ingin menatap Aisar, tapi kalau dia melakukannya, dia tidak yakin pada perasaannya sendiri. “Kau kedinginan?” tanya Aisar pelan. “Udara cukup dingin. Seharusnya kau menggunakan mantel, agar lebih hangat.” Elowen mengerjapkan matanya. Degup jantungnya sudah tidak beraturan lagi. “Tu-Tuan jangan seperti ini. Saya mohon—” “Aku seperti apa, Elowen? Aku hanya bertanya, kenapa kau tidak memakai mantel, apa itu salah?” Elowen langsung menggigit bibir bawahnya. Dia tahu ini salah. Bukan pertanyaan Aisar yang salah, tapi cara Aisar memperlakukannya selalu membuat semuanya terasa salah di hati kecilnya. “Sa-saya hanya pelayan, Tuan. Saya tidak terbiasa diperlakukan seperti ini.” Suaranya semakin
최신 업데이트 : 2026-05-18 더 보기