Reno langsung gelagapan mendengar pertanyaan telak dari hakim ketua. Wajahnya yang semula penuh percaya diri dengan akting memelasnya, seketika berubah pias.Ia menatap dua pengacaranya secara bergantian, menuntut bantuan, namun kedua pria berjas necis itu hanya terdiam dengan rahang mengeras. Kegugupan Reno yang begitu kentara membuat hakim menaikkan alisnya, menuntut jawaban instan tanpa drama."Bukti fisik, Saudara Reno. Foto, rekaman, atau saksi mata?" tanya hakim ketua sekali lagi, suaranya lebih menuntut dari sebelumnya.Reno berdeham beberapa kali, mencoba menjernihkan tenggorokannya yang mendadak terasa terikat erat."Itu... bukti fisiknya masih saya kumpulkan, Yang Mulia. Tapi saya berani bersumpah kalau perasaan seorang suami nggak pernah bohong," jawab Reno apa adanya dengan nada yang sangat ragu dan bergetar.Mendengar dalih konyol itu, hakim ketua langsung mengerutkan keningnya dalam-dalam. Ketukan pena di atas meja hijau berhenti seketika."Saudara Reno, ini ruang sidang
Read more